Kutu Kemaluan

PTHIRUS PUBIS adalah serangga yang berbentuk parasit penghisap darah yang hidup di kulit sekitar kelamin manusia. Manusia adalah salah satu tuan rumah parasit ini.

Selain berada didaerah kemaluan dan anus manusia, serangga ini juga bisa ditemukan di bulu kaki, dada, perut, punggung, ketiak dan daerah wajah seperti kumis dan jenggot bahkan jarang terjadi kutu kemaluan ada di bulu mata, dan alis mata, Kutu kemaluan tidak hidup di kulit dan rambut kepala, karena kulit dan rambut kepala lebih halus dan tipis.

Penyebab sakit ini oleh PthirusPubis,yang menyebar melalui kontak tubuh jarak dekat dengan orang lain yang terinfeksi, umumnya dari hubungan seksual pada vaginal, anal dan oral, baik menggunakan alat kontrasepsi atau tidak Kutu ini juga bisa melalui, berciuman dan berpelukan dan jarang terjadi juga menyebar melalui penggunaan pakaian, seprai atau handuk secara bergantian.

Apakah dapat dilihat?

Kutu ini memiliki bentuk dan ukuran sebesar 1-2 mm dan berwarna kekuningan, abu-abu, atau coklat. Secara telanjang mata kutu ini susah untuk dilihat karena ia akan berhenti bergerak ketika ada cahaya. Telur kutu berada sangat dekat dan menempel dipangkal rambut yang terkena kutu. Dan telur biasanya akan menetas dalam waktu 6-10 hari. Telur kosong yang berwarna putih keabu-abuan bisa dilihat di dasar rambut pada daerah yang terkena. Terkadang mungkin terlihat seperti ketombe, tapi berbeda karena tidak dapat dibersihkan dengan mudah.

Kenapa kita bisa terkena penyakit ini ?

Semua orang bisa terkena kutu ini, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah kebersihan seseorang yang buruk, karena cara mereka menyebar lewat kontak fisik dengan orang yang terinfeksi. Kutu itu akan merangkak dari rambut ke rambut, tetapi tidak bisa terbang atau melompat. Mereka menghisap darah manusia untuk tetap bertahan hidup, dan kutu hanya meninggalkan tubuh untuk berpindah dari satu orang ke orang lain.

Penyebaran kutu bisa juga melalui kontak seksual, termasuk seks anal, vaginal, atau secara oral. Pemakaian alat kontrasepsi seperti kondom atau kontrasepsi lainnya ternyata tidak 100% dapat menjamin terhindar nya dari kutu kelamin ini. Jenis lain dari kontak tubuh yang dekat, seperti memeluk, juga dapat menyebarkan kutu.

Kutu kemaluan dapat bertahan hidup tanpa persediaan makanan selama 1-2 hari dan hanya bisa berpindah ke manusia lainnya, Kutu betina juga meninggalkan telurnya yang berwarna cokelat pucat pada rambut yang di hinggapi nya. Kantong telur akan menetas dalam waktu 6-10 hari, meninggalkan kantong kosong yang berwarna putih. Terkadang mungkin terlihat seperti ketombe, tapi berbeda karena tidak dapat dibersihkan dengan mudah.

Gejala

Akan muncul beberapa minggu setelah kutu mendiami inangnya, yaitu berupa rasa gatal di area yang dihinggapi, bintik biru, atau bercak darah akibat gigitan kutu di daerah paha atau perut bagian bawah. Gatal adalah gejala biasa yang dirasakan oleh reaksi alergi. Kondisi ini dapat memburuk di malam hari saat kutu makin aktif. Gejala lain seperti demam, kelelahan, bintik hitam pada celana dalam sebagai sisa-sisa kotoran kutu. Selain itu, bisa juga terjadi iritasi serta peradangan yang disebabkan oleh bekas garukan.

Komplikasi

Beberapa komplikasi yang bisa disebabkan oleh infeksi dapat menimbulkan gangguan pada mata dan kulit. Iritasi kulit akibat seringnya menggaruk area yang didiami kutu kemaluan. Selain itu, iritasi juga dapat menimbulkan bisul pada kulit. Peradangan mata berupa kondisi blepharitis dan infeksi pada selaput lendir mata juga dapat terjadi jika kutu kemaluan mendiami bulu mata.

Pencegahan

Jangan memakai pakaian, handuk secara bergantian dengan orang yang terinfeksi. Jika menyerang anggota keluarga yang lain, Kutu kemaluan juga bisa menyebar melalui hubungan seksual sehingga Anda dan pasangan, selama tiga bulan terakhir, disarankan untuk mengikuti tes penyakit menular seksual (PMS) untuk dapat terhindar penyakit infeksi menular. Sebaiknya hindari melakukan hubungan seksual selama perawatan masih berlangsung, setidaknya hingga Anda telah sembuh total dari kondisi ini.

Kapan kita harus memeriksakan diri ke dokter?

Apabila anda memiliki berbagai ciri-ciri di atas, anda harus segera mengunjungi dokter anda. atau, anda bisa pergi ke klinik kesehatan seksual.