Selaput Dara

Jika membahas mengenai keperawanan, pastinya tidak akan terlepas dari kata “selaput dara”. Sebagian besar masyarakat mempunyai anggapan bahwa bentuk selaput dara yang koyak sama saja dengan hilangnya keperawanan seorang perempuan.

Bukan hanya itu, ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual pertama kali di malam pertama dan ditandai dengan keluarnya darah menjadikan pertanda bahwa wanita tersebut masih perawan. Padahal fakta yang terjadi tidak seperti itu.

Agar tidak terjadi pemberian informasi yang salah, ada baiknya Anda mengetahui lebih dalam mengenai pengertian selaput dara serta hubungan antara operasi selaput dara dengan keperawanan.

Selaput dara adalah lapisan tipis yang merentang di dalam vagina seorang wanita. Ternyata ada beberapa fakta yang perlu Anda ketahui seputar selaput dara dan keperawanan.

1. 1 dari 200 wanita mempunyai selaput dara yang tertutup

Selaput dara yang tertutup ini mempunyai pengertian bahwa selaput dara tidak melebar sebagaimana mestinya dan tidak mengalami pembukaan saat kelamin pria melakukan penetrasi. Untungnya hal tersebut dapat diatasi dengan tindakan bedah di klinik atau rumah sakit.

2. Selaput dara yang normal dan utuh tidak akan menutupi vagina

Selaput dara yang normal dan utuh tidak akan menutupi seluruh pembukaan vagina, jika selaput dara sampai menutupi vagina, maka perempuan yang memasuki masa pubertas tidak akan dapat menstruasi dengan lancar.

3. Darah yang keluar akibat dari hubungan seks pertama kali bukanlah disebabkan oleh koyaknya selaput dara.

Bagi sebagian besar pasangan muda yang belum berpengalaman dalam hubungan seksual biasanya selalu tergesa-gesa untuk melakukan hubungan intim tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu seperti merangsang bagian sensitif wanita untuk mengeluarkan pelumas pada vagina. Hal ini menyebabkan kurangnya pelumas pada vagina sehingga menyebabkan vagina yang amat sensitif menjadi terluka. Itulah mengapa pada saat malam pertama vagina mengeluarkan darah, bukan karena selaput dara yang terkoyak.

4. Selaput dara akan terkoyak biasanya saat wanita mulai beranjak dewasa

Saat memasuki usia remaja, biasanya selaput dara akan menipis dan akan melebar yang disebabkan oleh berbagai kegiatan seperti berolahraga, membersihkan diri, aktifitas yang terlalu berat dll. Hal ini menyebabkan selaput dara akan terkoyak dan sobek meskipun sedikit dari selaput tersebut yang masih tersisa di sekitar pembukaan vagina.

5. Nyeri yang dialami saat melakukan hubungan seks pertama kali bukan karena selaput dara terkoyak

Merasakan nyeri pada saat melakukan hubungan seks yang pertama kali merupakan hal yang wajar, namun jangan sampai Anda mendapatkan informasi yang keliru dan beranggapan bahwa rasa nyeri tersebut dikarenakan selaput dara Anda yang sobek. Sebab hal itu hanyalah mitos saja, karena sebenarnya yang terjadi, rasa nyeri tersebut dikarenakan karena Anda terlalu tegang dan resah sehingga menyebabkan rasa nyeri.

6. Menurut sejarah, dahulu orang bersusah payah membuktikan bahwa selaput dara telah robek setelah menikah

Pada budaya masa lalu, keluarga selalu mengharapkan agar pasangan pengantin baru akan menyerahkan seprai dengan noda darah sebagai tanda bahwa si pengantin wanita dalam kondisi masih perawan.

Itulah beberapa fakta menarik yang perlu Anda ketahui seputar selaput dara. Bagi Anda yang ingin mengetahui beberapa hal yang menarik lagi seputar selaput dara, silahkan Anda berkonsultasi secara online dengan dokter kami dengan menklik tombol konsultasi di bawah ini.