Pada awal tahun 2017 dunia dikejutkan dengan meningkatnya jumlah penderita penyakit sifilis di Jepang. Peningkatan sangat tinggi, hingga tujuh kali lipat. Bahkan sebagian besar penderitanya adalah wanita-wanita muda di Jepang. Di Indonesia, sifilis dikenal sebagai penyakit raja singa.

Sifilis merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri atau virus treponema pallidum. Bakteri tersebut menular melalui hubungan seks. Selain hubungan seks, bakteri treponema juga dapat menular melalui penggunaan jarum suntik yang sama.

Raja singa terkadang tidak menimbulkan gejala apapun bagi penderitanya. Sehingga penderitanya akan sangat mudah menularkan bakteri penyebab raja singa ke pasangannya lagi. Bakteri akan menimbulkan gejala sekitar tiga hingga empat minggu setelah tertular.

Bakteri penyebab sifilis juga dpat ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya. Namun penyakit sifilis tidak dapat menular melalui penggunaan tolilet yang sama, alat makan yang sama, dan juga dengan menggunakan kolam renang yang sama. Sebab bakteri treponema tidak dapat hidup diluar tubuh manusia.

Gejala sifilis sendiri memiliki tiga tahapan. Dan keempat tahapan tersebut akan menimbulkan gejala yang berbeda kepada setiap penderitanya. Dimana pada tahap awal, bakteri akan berkembang menjadi tahap lanjut dengan membutuhkan waktu dua hingga empat tahun.

Tahapan Sifilis

Tahap Satu

Pada tahap satu, sifilis akan menimbulkan luka atau ruam disekitar area kelamin, anus, dan juga mulut jika anda pernah melakukan seks oral. Terkadang luka yang muncul juga tidak menimbulkan rasa sakit sehingga sering sekali diabaikan oleh penderita.

Luka akan muncul selama 10-90 hari. Dimasa ini, jika anda melakukan hubungan seks maka akan sangat mudah menular kepada pasangan seks anda. Luka yang muncul pun akan hilang dengan sendirinya meskipun anda tidak melakukan pengobatan apapun di Klinik Gracia Cideng Jakarta Pusat. Tetapi bukan berarti anda sudah sembuh dari sifilis.

Tahap Dua

Dari tahap satu ke tahap dua biasanya jaraknya cukup lama sekitar dua hingga tiga bulan dari tahap pertama. Pada tahap kedua, biasanya anda akan menimbulkan ruam dan luka dibagian tubuh manapun, bukan hanya dibagian kelamin.

Pada umumnya, tahap dua atau yang sering dikenal dengan tahap sekunder ini muncul luka dan ruam disekitar telapak tangan dan kaki. Adapun gejala lain yang terjadi pada tahap dua, munculnya kutil disekitar area kelamin baik itu wanita maupun pria akan mengalami kutil kelamin.

Mungkin di tahap kedua, anda juga tidak menunjukan gejala apapun. Karena gejala yang muncul terkadang hampir sama dengan gejala penyakit umum, seperti demam, flu, sakit kepala, dan juga rasa nyeri. Anda juga akan mengalami penurunan berat badan pada tahap ini.

Tahap Tiga

Pada tahap ketiga ini merupakan tahapan laten. Pada tahap tiga, bakteri penyebab sifilis tidak akan menularkan kepada orang lain. Tahap ini merupakan tahap yang cukup berbahaya, anda dapat mengalami kerusakan organ-organ tubuh lain.

Kerusakan yang terjadi seperti kerusakan pada jantung, paru-paru, hati, mata, dan organ pendengaran lainnya dapat rusak. Bahkan pada tahap ini, daya ingat pun akan menurun, dan yang lebih parah anda dapat mengalami kelumpuhan yang diakibatkan oleh virus treponema tersebut.

Pengobatan Sifilis

Jika anda masih dalam sifilis tahap satu, maka pengobatan pun cukup mudah, tidak seperti gejala pada penyakit herpes. Terkadang anda hanya membutuhkan obat antibiotik yang dapat di minum langsung ataupun dengan cara penyuntikan. Adapun obat yang sering digunakan adalah penisilin. Obat ini dapat disebabkan digunakan jika anda baru satu tahun tertular.

Namun jika anda sudah memasuki tahap lanjut, maka pemberian antibiotik pun akan diberikan dalam jangka waktu yang cukup lama. Untuk anda yang sedang hamil, penyuntikan antibiotik pun dapat dilakukan tanpa harus mempengaruhi kondisi janin.